Rabu, 04 Januari 2017

lucu nama FITSA HATS Jadi Bahan Buliyan, Pendukung FPI Ini Malah 'Merembet' Menyalahkan Jokowi

BandarQ | AduQ | Domino99 | Capsa Susun | Poker Online | Bandar Poker Indonesia

 Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu saksi pelapor kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Habib Bamukmin, mendadak viral di media sosial (medsos). Dalam keterangan yang tercantum di BAP, ada keterangan yang menyebut Habib Novel pernah bekerja di Pizza Hut.

Lucunya, penulisan Pizza Hut itu diketik dengan nama Fitsa Hats. Hal ini langsung menuai respon dari netizen dan menjadi Trending Topik Twitter juga menjadi pergunjingan di facebook.


Entah apa maksud dibalik penulisan Fitsa Huts itu, apakah memang salah ketik atau disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Namun, netizen langsung menuangkan berbagai macam komentar atas penulisan versi lain dari salah satu tempat makan siap saji paling populer di dunia tersebut.

Atas penulisan Fitsa hats yang jadi Trending, DPP FPI menyalahkan Polisi yang mengetik. Padahal yang setelah BAP diketik, dibaca dan ditandatangan.

Pengakuan Ahok sendiri beranggapan Habib Novel malu bekerja di perusahaan milik Amerika tersebut sehingga menuliskan Pizza Hut menjadi Fitsa Hats.


"Nama saksinya Habib Novel. Dia kerja dari tahun 92 sampai 95 di Pizza Hut. Tapi mungkin karena dia malu kerja di Pizza Hut karena itu punya Amerika, dia sengaja menuliskan Fitsa Hats," ujar Ahok usai persidangan, Selasa (2/1).

Dia sengaja ubah. Ini saya kasih lihat. Saya sampai ketawa. Dia ngakunya nggak perhatikan, padahal dia tanda tangan semua," sambung Ahok sembari memegang berkas identitas Novel.


Usai sidang Selasa malam, Ahok mengungkapkan Habib Novel malu mengakui pernah bekerja di waralaba Pizza Hut. Karena waralaba tersebut milik Amerika, Ahok menyebut, pelapor kasus penistaan agama itu menulis di Berita Acara Pemeriksaan bekerja di Fitsa Hats.


Yang menulis BAP tersebut bukan dirinya. Tapi pihak kepolisian saat dia dimintai keterangan. Habib Novel mengakui tidak memeriksa secara detail BAP tersebut sebelum menandatangani.

“Itu ada enam halaman. Saya tidak periksa satu per satu karena sudah capek, pemeriksaan seharian sampai malam. Jadi ada yang terlewatkan,” ucapnya.



0 komentar:

Posting Komentar